|
Apoteker.info Informasi Obat dan Makanan |
|
|
Bawang Putih, Obat yang Sedap Disantap
Bawang putih Ketika ditumbuk atau diiris, bawang putih akan mengeluarkan aroma yang khas. Aroma ini ditimbulkan oleh pemecahan senyawa kimia yang mengandung sulfur di cairan sel bawang putih. Senyawa ini dipercaya merupakan alat pertahanan diri bawang putih terhadap serangan hama ulat, burung, dan serangga. Bawang putih dipercaya
dapat menurunkan penumpukan kolesterol Bawang putih dapat menghambat agregasi platelet dan hiperlipidemia. Selain itu, ia dapat mengkontrol kadar gula darah. Penggunaan sejumlah dosis terapi ekstrak bawang putih secara teratur dalam jangka waktu lama telah terbukti mampu mencegah komplikasi akibat diabetes. Pasien dengan perawatan insulin hendaknya jangan mengkonsumsi bawang putih berlebihan. Pada tahun 1858, Louis Pasteur meneliti aktivitas antibakteri bawang putih. Bawang putih digunakan sebagai antiseptik untuk mencegah gangren pada masa perang dunia I dan II. Bagi penderita AIDS, bawang putih dapat digunakan untuk melawan kriptosporodium dan toksoplasmosis. Namun disamping manfaat tersebut, ada juga berbagai efek samping yang harus diperhatikan, antara lain: diare, muntah, meningkatnya risiko pendarahan, haid yang tidak teratur, berkeringat, dan pusing. Bila dimakan berlebihan, maka keringat dan nafas Anda akan berbau bawang. Hal ini akibat pengubahan senyawa yang mengandung sulfur yang terdapat di cairan sel bawang menjadi alil metil sulfida, yang tidak dapat dicerna dan dialirkan ke darah. Darah membawa senyawa ini ke dalam paru-paru dan kulit, dimana senyawa ini kemudian diekskresikan. Bawang putih jangan digunakan bersama dengan warfarin, obat anti platelet, saquinavir, anti hipertensi, dan obat hipoglikemik. Disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan Anda apabila hendak mengkonsumsi suplemen yang berisi bawang putih.
|
Home l Contact Us l Privacy Policy l Terms of Use l Sitemap
www.apoteker.info