Apoteker.info

Informasi Obat dan Makanan

 

Berita Terbaru

Topik Khusus

Pojok Herbal

Konsultasi Obat

 

Ginseng Siberia Ternyata Bukan Ginseng

 

 

Tanaman Eleutherococcus senticosus (dahulu disebut Acanthopanax senticosus) atau yang lebih dikenal sebagai ginseng siberia, ternyata tidak termasuk ke dalam golongan ginseng, karena berbeda genusnya. Ginseng termasuk ke dalam genus Panax, sedangkan "ginseng siberia"/eleuthero digolongkan ke dalam genus Eleutherococcus, walaupun keduanya masih satu famili Araliaceae. Eleuthero disebut sebagai ci wu jia di dalam pengobatan tradisional Cina.

Herba ini tumbuh di habitat hutan-hutan konifer wilayah pegunungan Asia Timur, Cina, Jepang, dan Rusia. Eleuthero belum lama dikenal oleh pengobatan alami Barat, namun karena khasiatnya yang mirip dengan ginseng asal Cina, maka herba ini segera mendapat pamor.

Eleuthero berkhasiat adaptogen (membantu pemulihan stres), antikolesteremik, anti radang yang tidak terlalu kuat, anti oksidan, serta penguat syaraf dan sistem kekebalan tubuh. Dikatakan juga bahwa herba ini dapat mengobati supresi (tekanan) pada sumsum tulang akibat radiasi atau kemoterapi, angina, hiperkolesterolemia, dan neurasthenia yang ditandai dengan sakit kepala, sukar tidur, serta nafsu makan yang menurun (1,2,3).

Senyawa kimia penyusun utama eleuthero adalah ciwujianoside A-E, eleutheroside B (syringin), eleutheroside A-M, friedelin, dan isofraxidine (4). Sebagian besar senyawa aktif tersebut adalah berjenis saponin triterpenoid. Meskipun semua senyawa terpenoid memiliki khasiat secara biologis pada mamalia, namun khasiat adaptogen sebagian besar disebabkan oleh senyawa triterpenoid.

Mayoritas senyawa triterpenoid yang dikenal di dalam tanaman "ginseng siberia" ini adalah glikosida saponin, dimana terdapat sejumlah molekul gula (glukosa) yang berikatan dengan unit triterpen. Molekul gula ini diuraikan di usus oleh bakteri, sehingga menyebabkan aglikon (triterpen) terserap.

Glikosida saponin bersifat menurunkan tegangan permukaan air, dan bersatu dengan lemak. Hal ini memudahkan glikosida saponin untuk masuk ke dalam membran sel (Attele et al., 1999) dan mengubah komposisi, mempengaruhi fluiditas membran, dan mempengaruhi pengisyaratan (signaling) pada banyak ligan dan kofaktor (5,6).

Mengcopy artikel ini tanpa izin melanggar hak cipta.

Referensi:

1. Halstead B, Hood L (1984). Eleutherococcus senticosis–Siberian Ginseng, OHAI. p.7.

2. Chen JK, Chen TT. Chinese Medical Herbology and Pharmacology, Art of Medicine Press, City of Industry, CA 2004

3. David Winston. Native American, Chinese, and Ayurvedic Materia Medica, HTSBM, pp. 1-1

4. Winston, David & Maimes, Steven. “Adaptogens: Herbs for Strength, Stamina, and Stress Relief,” Healing Arts Press, 2007.

5. Lindsey, Keith, Pullen, Margaret L. and Topping, Jennifer F., 2003. Importance of plant sterols in pattern formation and hormone signalling. Trends in Plant Science, 8(11), 521-525

6. Robyn Klein Masters Thesis Paper, May 2004, Montana State University, Dept Plant Sciences & Plant Pathology: Phylogenetic and phytochemical characteristics of plant species with adaptogenic properties

 

 

Herba Lainnya:

Berkhasiatkah Echinacea?

Jahe, Penghangat Badan dan Obat Pencernaan

 

 

Home   Contact Us  l  Privacy Policy  l  Terms of Use  Sitemap

www.apoteker.info