|
Berita Terbaru
Topik Khusus
Pojok Herbal
Konsultasi Obat
 |
Rosela, Indah Dipandang
Segar Diminum
Tanaman Rosela
(Hibiscus sabdariffa), adalah suatu spesies tanaman dari genus
Hibiscus. Tanaman ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 2-2,5
meter. Bagian yang banyak digunakan adalah kelopak bunganya yang
berwarna merah. Cina dan Thailand adalah negara penghasil rosela
terbanyak di dunia. Malaysia sudah mulai menggalakkan pembudidayaan
rosela, diawali di daerah Terengganu.
Rosela kaya akan
kandungan antosianin, dan juga protocatechuic acid. Kelopak bunga
yang dikeringkan mengandung berbagai jenis senyawa flavonoid, seperti
gosipetin, hibisetin, dan sabdaretin. Zat warna utama tanaman, yang
dahulu dilaporkan sebagai senyawa hibisin, sekarang telah dikenali
sebagai dafnifilin. Rosela juga mengandung sejumlah kecil senyawa
delfinidin 3-monoglukosida, sianidin 3-monoglukosida (krisantenin), dan
delfinidin.

Rosela dianggap memiliki
khasiat antihipertensi. Tanaman ini digunakan pada pengobatan rakyat
sebagai diuretik, pencahar sedang, penyakit jantung dan syaraf, serta
kanker (1). Di Afrika Timur, air rebusan
kelopak bunga rosela digunakan sebagai obat batuk. Daunnya digunakan
sebagai obat kaki kaki yang pecah-pecah, dan luka pada kulit. Di
Thailand, rosela diminum sebagai teh, yang dipercaya dapat menurunkan
kolesterol.
Kelopak bunga rosela
dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan karena memiliki kandungan vitamin
C dan antosianin yang tinggi. Masyarakat Meksiko membuat minuman rosela
dengan cara merebus kelopak bunga kering selama 8-10 menit hingga air
rebusan berwarna merah, kemudian ditambahkan gula. Di Mali dan Senegal,
rosela digunakan untuk membuat minuman segar yang biasanya ditambahkan
dengan daun mint atau perisa buah.
|
Mengcopy artikel ini tanpa izin melanggar hak
cipta. |
|
|
Referensi
1. "drugs.com".
Akses tanggal 2008-05-11.
|