|
Apoteker.info Informasi Obat dan Makanan |
|
|
Manfaat Vanila Sebagai Tanaman Obat
Tanaman vanila Vanila mengandung senyawa kimia vanilin (4-hidroksi-3-metoksibenzaldehida), yang memberi aroma khas pada vanila. Terdapat pula kandungan kecil minyak atsiri, yaitu piperonal. Vanilin diekstraksi pertama kali dari tanaman vanila oleh Gobley pada tahun 1858. Vanilin juga dapat diperoleh dari glikosida yang berasal dari getah tanaman pinus pada tahun 1874, sehingga menyebabkan kemunduran sesaat pada di bidang industri vanila alami. Esens vanila tersedia dalam 2 bentuk, yaitu ekstrak asli polong vanila yang tersusun dari ribuan senyawa kimia berbeda, serta esens sintetis yang terbuat dari larutan vanilin buatan dalam etanol (1). Vanila diperdagangkan dalam 3 macam bentuk, yaitu polong vanila utuh, serbuk (polong vanila yang ditumbuk, kemudian dicampur gula atau tepung), dan bentuk ekstrak (dalam larutan alkohol). Aroma vanila diperoleh dengan cara menambahkan ekstrak vanila ke dalam adonan makanan atau dengan cara merebus polong vanila. Vanila digunakan secara luas untuk memberi aroma pada berbagai jenis makanan dan minuman. Literatur medis kuno
menyebutkan manfaat vanila Suatu pengujian in-vitro membuktikan bahwa vanila mampu menghambat "quorum sensing" pada bakteri. Quorum sensing ini berperan dalam memberi sinyal virulensi pada bakteri. Bakteri akan berubah menjadi virulen (menyebabkan penyakit) hanya apabila terdapat sinyal yang mengindikasikan bahwa bakteri tersebut cukup kuat untuk melawan respon kekebalan tubuh (4). Selain itu, vanila digunakan juga untuk aromaterapi. Referensi 1. www.baktoflavors.com/pdf/vanilla%20dafna%20ishs.pdf 2. http://www.organicmd.org/faq.html www.organicmd.org/faq.htm 3. http://wwwwww.nwcr.ws/adam/healthillustratedencyclopedia/1/003561.html 4. Choo JH, Rukayadi Y, Hwang JK. (June 2006). "Inhibition of bacterial quorum sensing by vanilla extract.". Lett Appl Microbiol. 42 (6): 637–41.
|
Home l Contact Us l Privacy Policy l Terms of Use l Sitemap
www.apoteker.info