Apoteker.info

Informasi Obat dan Makanan

 

Berita Terbaru

Topik Khusus

Pojok Herbal

Konsultasi Obat

 

Keamanan Susu Formula bagi Buah Hati Anda

 

 

Susu formula adalah makanan tambahan yang diformulasikan khusus untuk mendukung pertumbuhan anak, terutama bila kebutuhan nutrisi dirasa kurang tercukupi dari asupan makanan.

Komposisi susu formula biasanya mengandung sumber protein (whey dan casein), minyak tumbuhan sebagai sumber lemak, laktosa sebagai sumber karbohidrat, campuran vitamin-mineral, serta bahan tambahan lain tergantung produsennya. Susu sapi adalah komponen penyusun utama susu formula, namun susu sapi yang digunakan untuk pembuatan susu formula mengalami proses pemprosesan lebih lanjut supaya protein yang terkandung di dalamnya mudah dicerna oleh bayi.

Dalam menggunakan susu formula, aspek keamanan tentunya menjadi hal yang patut diutamakan. Keamanan penggunaan susu formula di banyak negara berkembang masih memprihatinkan, terutama pada saat penyajiannya. Kekurangan air bersih, lingkungan yang tidak sehat, kemiskinan (sehingga susu diencerkan supaya tidak cepat habis), serta ketidakmampuan memahami instruksi penyajian susu formula adalah faktor-faktor penyumbang minimnya keamanan susu formula.

Kurang terjaminnya keamanan penggunaan susu formula ini menyebabkan tingginya angka kematian bayi karena malnutrisi, diare, dan pneumonia. Bahkan beberapa penelitian mengungkapkan bahwa bayi di negara-negara berkembang yang mengkonsumsi susu formula memiliki risiko lebih tinggi terserang penyakit gastroenteritis non spesifik, infeksi saluran pernafasan bawah, asma, obesitas, diabetes tipe 1 dan 2, dan SIDS (sudden infant death syndrome) bila dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI (1,2)

Pemberian ASI eksklusif bagi bayi selama 6 bulan pertama dianjurkan oleh WHO karena ASI tetap tidak tergantikan, hal ini disebabkan oleh karena di dalam ASI terdapat antibodi ibu yang bermanfaat memerangi infeksi, selain itu komposisi ASI terus berubah menyesuaikan kebutuhan bayi. Akan tetapi bagi yang tidak dapat memberikan ASI eksklusif, pemberian susu formula dapat dibenarkan asalkan keamanannya benar-benar diperhatikan.

Mengcopy artikel ini tanpa izin melanggar hak cipta.

 

Referensi:

1. Riordan JM (1997). "The cost of not breastfeeding: a commentary". J Hum Lact 13 (2): 93–7.

2. Sadauskaite-Kuehne V, Ludvigsson J, Padaiga Z, Jasinskiene E, Samuelsson U (2004). "Longer breastfeeding is an independent protective factor against development of type 1 diabetes mellitus in childhood". Diabetes Metab. Res. Rev. 20 (2): 150–7

 

Lainnya:

Mengenal Metabolisme Obat

Waspada Efek Samping Viagra

 

 

Home   Contact Us  l  Privacy Policy  l  Terms of Use  Sitemap

www.apoteker.info