Apoteker.info

Informasi Obat dan Makanan

 

Berita Terbaru

Topik Khusus

Pojok Herbal

Konsultasi Obat

 

Kondroitin Sulfat, Penangkal Osteoartritis

 

 

Kondroitin sulfat adalah senyawa glikosaminoglikan tersulfasi yang tersusun dari rantai gula yang saling bergantian (N-asetilgalaktosamin dan asam glukoronat). Kondroitin sulfat biasanya dijumpai berikatan dengan protein sebagai bagian dari proteoglikan.

Kondroitin sulfat adalah senyawa penyusun penting tulang rawan, dan memberi tulang rawan kemampuan untuk bertahan terhadap tekanan/kompresi (1). Kurangnya jumlah kondroitin sulfat pada tulang rawan dapat mengakibatkan osteoartritis.

Bersama dengan glukosamin, kondroitin sulfat seringkali digunakan dalam formulasi suplemen makanan untuk mengobati osteoartritis.

Dosis oral kondroitin sulfat yang digunakan pada manusia adalah 800-1200 mg per hari. Senyawa ini diekstraksi dari jaringan tulang rawan hewan (terutama sapi dan babi), namun dapat pula diperoleh dari sumber lainnya, misalnya gamat (tripang) dan juga ikan. Akan tetapi karena senyawa ini terdapat secara alami dalam berbagai bentuk yang berbeda, maka jumlahnya dalam suplemen tersebut akan bervariasi (2).

Beberapa studi klinis belum menemukan efek samping nyata akibat overdosis kondroitin sulfat, sehingga hal ini menyebabkan kondroitin sulfat aman digunakan untuk jangka panjang (3).

Kondroitin sulfat diberikan secara oral, dan diserap di saluran pencernaan. Ketersediaan hayatinya (bioavailabilitas) berkisar antara 15-24% secara oral.

Manfaat kondroitin sulfat bagi penderita osteoartritis nampaknya adalah akibat dari sejumlah efek termasuk aktivitas antiinflamasinya, stimulasi sintesis proteoglikan dan asam hialuronat, dan penurunan aktivitas katabolik chondrocytes yang akan menghambat sintesis enzim proteolitik, nitrat oksida, dan senyawa-senyawa lain yang merusak matriks tulang rawan.

OARSI (OsteoArthritis Research Society International) dan European League Against Rheumatism (EULAR) telah merekomendasikan penggunaan kondroitin sulfat untuk mengobati osteoartritis sedang (4).

Mengcopy artikel ini tanpa izin melanggar hak cipta.

Referensi

(1). Baeurle SA, Kiselev MG, Makarova ES, Nogovitsin EA (2009). "Effect of the counterion behavior on the frictional–compressive properties of chondroitin sulfate solutions". Polymer 50: 1805–1813.

2. Barnhill JG, Fye CL, Williams DW, Reda DJ, Harris CL, Clegg DO (2006). "Chondroitin product selection for the glucosamine/chondroitin arthritis intervention trial". J Am Pharm Assoc (Wash DC) 46 (1): 14–24.

3. Hathcock JN, Shao a. Risk assessment for glucosamine and chondroitin sulfate. Regulatory Toxicology and Pharmacology, 2007; 47: 78-83

4. Zhang W, Moskowitz RW. OARSI recommendations for the management of hip and knee osteoarthritis, Part I: Critical appraisal of existing treatment guidelines and systematic review of current research evidence activity. Osteoarthritis and Cartilage, 2007; 15: 981- 999

 

Lainnya:

Manfaat Gamat bagi Kesehatan

Spirulina Sebagai Makanan Kesehatan

 

 

 

Home   Contact Us  l  Privacy Policy  l  Terms of Use  Sitemap

www.apoteker.info