|
Apoteker.info Informasi Obat dan Makanan |
|
|
Waspada Efek Samping Viagra
Viagra adalah nama paten obat yang berisi zat aktif sildenafil sitrat, obat ini diproduksi oleh Pfizer. Viagra, yang telah mulai dipasarkan sejak tahun 1998 ini digunakan sebagai obat disfungsi ereksi yang paling banyak diresepkan. Selain viagra, terdapat obat lain yang memiliki fungsi serupa, yakni Cialis (berisi tadalafil), dan Levitra (berisi vardenafil). Mekanisme kerja viagra (sildenafil sitrat) adalah dengan cara melindungi cGMP (cyclic guanosine monophosphate) dari degradasi oleh PDE5 (phosphodiesterase tipe 5) di corpus cavernosum. Nitrat oksida (NO) di corpus cavernosum akan berikatan dengan reseptor enzim guanilat siklase, yang akan menyebabkan peningkatan kadar cGMP, sehingga terjadi vasodilatasi pada otot halus di penis. Mekanisme ini akan mengakibatkan bertambahnya aliran darah yang menuju penis, sehingga menyebabkan ereksi (1). Viagra (sildenafil sitrat) dimetabolisme oleh enzim-enzim di hati, kemudian diekskresi oleh hati dan ginjal. Bila Viagra diminum bersamaan dengan makanan tinggi lemak, maka penyerapan Viagra di dalam tubuh akan menurun, waktu untuk mencapai konsentrasi maksimum (Cmax) akan lebih lama satu jam, dan Cmax sendiri menurun hanya menjadi sepertiganya (2). Viagra, selain digunakan untuk masalah medis disfungsi ereksi, juga dapat digunakan untuk mengobati hipertensi arteri pulmonal. Mekanisme kerjanya adalah dengan cara relaksasi dinding arteri, sehingga menurunkan tekanan arteri pulmonal. Beberapa orang hendaknya berhati-hati bila mengkonsumsi Viagra, terutama bagi yang memiliki penurunan fungsi hati dan ginjal, tekanan darah rendah, dan juga bagi orang yang baru terkena serangan stroke atau jantung. Efek samping Viagra hendaknya diwaspadai, efek samping yang paling umum ditemui adalah sakit kepala, berkeringat, dispepsia, hidung tersumbat, serta gangguan penglihatan. Sebaiknya berhati-hati bila menggunakan Viagra bersamaan dengan obat inhibitor protease, karena obat ini menghambat metabolisme Viagra, sehingga potensi efek samping Viagra akan meningkat. Begitu pun bila Viagra digunakan bersamaan dengan obat pemblok alfa (misal carvedilol atau labetalol), akan terjadi potensiasi efek hipotensi/menurunkan tensi, namun efek ini tidak terjadi bila pemakaian keduanya dipisah 4 jam.
Referensi 1. Webb, D.J.; Freestone, S.; Allen, M.J.; Muirhead, G.J. (March 4, 1999). "Sildenafil citrate and blood-pressure-lowering drugs: results of drug interaction studies with an organic nitrate and a calcium antagonist". Am. J. Cardiol. 83 (5A): 21C–28C.
|
Home l Contact Us l Privacy Policy l Terms of Use l Sitemap
www.apoteker.info